marah
10 Mar 2011 Leave a Comment
maaf jika menimbulkan kemarahan atau rasa apapun ketika membaca cerita di bawah. saya menulis hanya sekedar menulis dan menyampaikan setiap drama dalam hidup saya tanpa ingin menyinggung pihak-pihak tertentu. maaf jika saya membuat kesalahan atau menyinggung saudara.
sebenernya aku juga nggak tahu kenapa harus marah. aku hanya merasa kesal dengan sekelilingku. entah aku yang aneh atau memang ada yang aneh dengan mereka. aku sudah berusaha ceria dan tidak membuat suasana keruh, akan tetapi semua yang sudah kupersiapkan hancur karena reaksi MEREKA! apa yang salah? siapa yang salah? mungkin aku dan mereka perlu berkaca serta membenahi diri.
aku pada akhirnya harus selalu menggunakan topeng di depan mereka, topeng yang selama ini ingin sekali kulepaskan, topeng yang kunamai KEMUNAFIKAN, padahal aku membenci kemunafikan. beberapa waktu lalu, aku sudah hampir berhasil melepaskannya dan menunjukkan sisiku yang sebenarnya, namun MEREKA menolak wujud asliku! aku dikucilkan, aku merasa terbuang dan aku merasa benar-benar hampa tanpa tahu apa sebenarnya kesalahanku. aku cukup dibuat bingung dengan mereka, suatu ketika mereka mengatakan padaku bahwa seharusnya aku menunjukkan saja jati diriku, the real me. aku sudah berusaha melakukannya, namun apa yang kudapat? MEREKA sedikit demi sedikit menjauhiku, menjaga jarak denganku. ketika aku protes, MEREKA hanya berkata dengan mudahnya bahwa itu adalah salahku, karena aku tidak ada di sekitar MEREKA lagi.
jadi ini salahku? salahku jika aku memang ingin membuka dan menanggalkan topeng busukku ini??! salahku jika aku ingin sedikit saja (berusaha) lebih maju dibanding KALIAN? salahku jika memang seperti inilah aku? biar saja orang memandangku apa, biar saja aku memandang SINIS kepada orang-orang. KALIAN yang membuatku bersikap acuh tak acuh dan MARAH kepada kalian. sudah aku berusaha mendekatkan diri, ck…tapi kalian hanya memandangku dengan tatapan tidak bersahabat dan asyik mengobrol dengan topik yang sama sekali tak kumengerti, seolah-olah ada pesan yang tersirat yaitu : enyah kau dari hadapan kami !
aku jadi teringat cerita (lebih tepat disebut curhat) seorang temanĀ (yang tadinya kuanggap orang yang fair), intinya DIA tidak suka ketika orang-orang disekitarnya asyik sendiri dan berbicara mengenai hal-ha yang tidak ia mengerti dan aku setuju dengan hal itu. TAPI KENYATAANNYA saat ini DIA SALAH SATU orang yang bersikap seperti itu kepadaku. see? bagaimana aku harus menyikapinya? jelas aku marah karena aku merasa DIKHIANATI dan dia TIDAK MENYADARI atas apa yang dia lakukan. malahan dia super ENJOY melakukannya. CIH! jelas aku akan mencibir, ingin rasanya membalikkan semua omongannya di depan mukanya, tapi lagi-lagi makhluk itu hanya akan menyangkal, berkelit dan membuat pembelaan bagi dia (tentunya) dan MEREKA.
masih banyak lagi sesungguhnya yang ingin ku ceritakan, betapa munafiknya orang-orang di sekitarku, bahkan mungkin AKU SENDIRI pun sama munafiknya dengan mereka. dengan cerita diatas, salahkah jika aku MARAH?
komentar ..