.
25 Mar 2011 Leave a Comment
jangan menyerah! don’t give up! あきらめないでください!
apapun itu sebutannya masing-masing mengandung makna bahwa kita harus terus berusaha sekuat tenaga dan jangan mundur dalam meraih/mencapai sesuatu.
———————————————————————————————
ternyata memang hidup itu penuh misteri, kejutan dan lika-liku yang rumit namun harus tetap disyukuri. hari ini saya mengalami sendiri pengalaman yang akan membuat saya mensyukuri apa yang ada dan berusaha untuk mencapai mimpi saya sesegera mungkin.
———————————————————————————————-
kadang saya berfikir, apakah nasib seseorang sudah digariskan seperti itu atau kita (baca: manusia) bisa merubahnya dengan bekerja keras dan pantang menyerah? ketika orang tuanya sukses dan berhasil, apakah anak-anaknya akan sukses pula? tidak bukan? apakah orang tuanya akan mewariskan harta bendanya kepada anak-anaknya? tentu saja. itu semua hanya kenikmatan yang dinikmati anak-anaknya karena kerja keras orang tuanya, sang anak harus berusaha keras dan bekerja tanpa lelah jika ingin tetap memiliki kekayaan dan harta benda yang berharga itu. akan sangat menyesal apabila anak-anaknya hanya mengandalkan kekayaan orang tuanya dan bermalas-malasan karena suatu saat kekayaan itu akan habis, menyesal kemudian sangatlah tidak berguna.
———————————————————————————————-
menurut saya peran Tuhan sangat penting, demikian pula dengan peran para leluhur serta nenek moyang. saya percaya dengan reinkarnasi, karma. saya percaya bila kita berbuat baik, maka anak cucu kita akan ikut menikmati hasilnya, namun sayangnya kita ketika masih berada di dunia ini lupa diri dan cenderung meremehkan hal-hal diatas, kemudian tanpa sadar kita telah menanam bibit yang (mungkin) kurang baik bagi generasi penerus kita. ada baiknya kita selagi masih sempat tidak terlalu berpuas diri, kita harus mawas diri.
———————————————————————————————
sejujurnya saya sangat ingin meneruskan apa yang sudah dibuat oleh almarhum kakek saya di Bali (usaha restoran) karena sepertinya tidak bisa diteruskan (selain karena resepnya tidak diturunkan, tidak ada yang mengelola). saya pada dasarnya suka sekali masak baik kue maupun makanan berat dan sangat ingin membuka toko meskipun hanya kecil. kenapa saya sangat bersikeras? karena saya ingin sekali menghasilkan sesuatu dengan jerih payah saya sendiri dan ingin mempersembahkannya bagi kedua orangtua saya. intinya saya ingin sekali sukses dan dapat membahagiakan orangtua saya serta menjadi contoh yang baik bagi adik saya.
bahagia
20 Mar 2011 Leave a Comment
sebenernya kondisi yang seperti apa sih yang disebut bahagia? ketika kita tertawakah? atau ketika kita mengalami hal-hal baik?
bisa saja kan kita tertawa namun sesungguhnya hati kita menangis? bisa saja kan hal-hal baik datang tapi itu tidak mampu membuat kita merasakan bahagia.
oleh karena itu saya bingung sebenarnya apa arti bahagia dan gimana kita bahagia? orang-orang dapat dengan mudah berkata, beerbahagialah maka engkau akan bahagia. akan tetapi lagi-lagi pertanyaan itu timbul, seperti apa bahagia itu? gimana sih kok bisa disebut bahagia? tidak semudah membalikkan telapak tangan bukan? ketika kita sukses dengan hidup kita, apakah kita bahagia? atau masihkah timbul sedikit kerutan di kening kita?
intinya saya sangat bertanya-tanya dalam hati. mungkin (menurut pendapat saya) kita akan bahagia ketika kita bisa menuntaskan semua tugas, tanggung jawab dan kewajiban kita di dunia maupun alam sana.
marah
10 Mar 2011 Leave a Comment
maaf jika menimbulkan kemarahan atau rasa apapun ketika membaca cerita di bawah. saya menulis hanya sekedar menulis dan menyampaikan setiap drama dalam hidup saya tanpa ingin menyinggung pihak-pihak tertentu. maaf jika saya membuat kesalahan atau menyinggung saudara.
sebenernya aku juga nggak tahu kenapa harus marah. aku hanya merasa kesal dengan sekelilingku. entah aku yang aneh atau memang ada yang aneh dengan mereka. aku sudah berusaha ceria dan tidak membuat suasana keruh, akan tetapi semua yang sudah kupersiapkan hancur karena reaksi MEREKA! apa yang salah? siapa yang salah? mungkin aku dan mereka perlu berkaca serta membenahi diri.
aku pada akhirnya harus selalu menggunakan topeng di depan mereka, topeng yang selama ini ingin sekali kulepaskan, topeng yang kunamai KEMUNAFIKAN, padahal aku membenci kemunafikan. beberapa waktu lalu, aku sudah hampir berhasil melepaskannya dan menunjukkan sisiku yang sebenarnya, namun MEREKA menolak wujud asliku! aku dikucilkan, aku merasa terbuang dan aku merasa benar-benar hampa tanpa tahu apa sebenarnya kesalahanku. aku cukup dibuat bingung dengan mereka, suatu ketika mereka mengatakan padaku bahwa seharusnya aku menunjukkan saja jati diriku, the real me. aku sudah berusaha melakukannya, namun apa yang kudapat? MEREKA sedikit demi sedikit menjauhiku, menjaga jarak denganku. ketika aku protes, MEREKA hanya berkata dengan mudahnya bahwa itu adalah salahku, karena aku tidak ada di sekitar MEREKA lagi.
jadi ini salahku? salahku jika aku memang ingin membuka dan menanggalkan topeng busukku ini??! salahku jika aku ingin sedikit saja (berusaha) lebih maju dibanding KALIAN? salahku jika memang seperti inilah aku? biar saja orang memandangku apa, biar saja aku memandang SINIS kepada orang-orang. KALIAN yang membuatku bersikap acuh tak acuh dan MARAH kepada kalian. sudah aku berusaha mendekatkan diri, ck…tapi kalian hanya memandangku dengan tatapan tidak bersahabat dan asyik mengobrol dengan topik yang sama sekali tak kumengerti, seolah-olah ada pesan yang tersirat yaitu : enyah kau dari hadapan kami !
aku jadi teringat cerita (lebih tepat disebut curhat) seorang teman (yang tadinya kuanggap orang yang fair), intinya DIA tidak suka ketika orang-orang disekitarnya asyik sendiri dan berbicara mengenai hal-ha yang tidak ia mengerti dan aku setuju dengan hal itu. TAPI KENYATAANNYA saat ini DIA SALAH SATU orang yang bersikap seperti itu kepadaku. see? bagaimana aku harus menyikapinya? jelas aku marah karena aku merasa DIKHIANATI dan dia TIDAK MENYADARI atas apa yang dia lakukan. malahan dia super ENJOY melakukannya. CIH! jelas aku akan mencibir, ingin rasanya membalikkan semua omongannya di depan mukanya, tapi lagi-lagi makhluk itu hanya akan menyangkal, berkelit dan membuat pembelaan bagi dia (tentunya) dan MEREKA.
masih banyak lagi sesungguhnya yang ingin ku ceritakan, betapa munafiknya orang-orang di sekitarku, bahkan mungkin AKU SENDIRI pun sama munafiknya dengan mereka. dengan cerita diatas, salahkah jika aku MARAH?
komentar ..