ya, hanya tulisan.
sejujurnya aku gatau mau nulis apa. semuanya berkutat di benak saya. campur aduk dan aku jadi susah untuk menuangkannya satu-satu ke dalam tulisan.
aku gatau apa yang kurasakan ini sekarang. tapi rasanya dadaku sesak. entah sesak karena bahagia atau karena sedih. atau mungkin karena keduanya melebur jadi satu. dan satu hal yang pasti, aku masih bingung dan terus saja bingung. apa yang seharusnya aku perbuat? sikap seperti apa yang harus kugunakan di hadapan mereka semua? aku selalu menggunakan topengku dengan ‘baik’, tapi kini aku bingung harus menggunakan topeng apa karena topengku yang ‘baik’ selama ini sudah sedikit ‘cacat dan rusak’. aku gatau harus benerin dimana. dan selama topeng itu diperbaiki, aku harus pake topeng apa? kalau aku mencopotnya, habislah sudah diriku. the real me. aku tidak akan berani muncul di hadapan publik. mungkin nanti otomatis aku akan memiliki topeng lain yang terbentuk dengan sendirinya atau mungkin tidak.
aku ingin membunuh rasa yang bersemayam di hatiku. rasa yang sangat busuk yang ngebuat aku jadi setengah gila. rasa yang bikin aku harus melipatgandakan pertahanan diri dan amarah saya. rasa yang bikin aku naik darah. rasa yang bikin aku depresi. rasa yang harus kupendam sendiri tanpa seorangpun yang bisa bantu aku. rasa yang membuat aku tampak konyol dan gak rasional. rasa yang sangat sangat menyebalkan. rasa yang selalu menyerangku di saat yang gak tepat. rasa yang membuat separuh jiwaku terbenam. rasa yang sangat menyakitkan. rasa yang mampu menguras habis energi positif dan kebahagiaanku yang lama kukumpulkan. rasa yang mengikis kepercayaanku sedikit demi sedikit. rasa yang membuatku harus berperang melawan diriku sendiri. rasa yang membuatku merasa bodoh. rasa yang membuatku menjadi sangat sensitif. rasa yang mampu membunuhku dari dalam. rasa yang menggerogoti tulangku dan akal sehatku. rasa yang menguasai raga dan jiwaku. apakah rasa itu? cukup aku yang tau, dan mudah2n Tuhan mau membantuku. apapun yang akan dan yang sudah terjadi aku kuikhlaskan, akan kurelakan. di ujung jalan diasana, pasti akan ada hikmah yang baik dan hasil akhir yang baik yang telah menantiku. terimakasih Tuhanku tercinta…